Cara Mudah Memahami Aplikasi ERP

Saya menang! Itulah seruan dari Rismi Juliadi, Kepala Bagian Dokumentasi dan Arsip di Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), Podomoro University. Hari itu, Kamis (17/3), Rismi yang tergabung dalam tim Horey, ikut serta dalam game simulasi bisnis yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Akuntansi, Podomoro University, bekerja sama dengan Monsoon Academy.

Acara tersebut diselenggarakan di ruang kelas 516, kampus Podomoro University, Menara APL lantai 5, kawasan Podomoro City, Jakarta. Pesertanya tak hanya mahasiswa dari Prodi Akuntansi, tetapi juga dari prodi-prodi lainnya. Bahkan termasuk staf Podomoro University.

Kata Dheny Biantara, Ketua Prodi Akuntansi, "Melalui game simulasi bisnis ini, para mahasiswa atau siapa saja diajak untuk memahami secara mudah penerapan solusiEnterprise Resource Planning (ERP) di perusahaan." Pada banyak kasus, penerapan ERP memang tidak mudah, karena menuntut disiplin yang tinggi.

Game simulasi bisnis secara online hari itu dipandu langsung oleh Abdy Taminsyah, President & CEO Monsoon Academy, pihak pengembang game simulasi bisnis MonsoonSIM yang juga menjadi mitra SAP—perusahaan asal Jerman yang mengembangkan aplikasi ERP. "Melalui simulasi seperti ini, aplikasi ERP yang semula rumit bakal menjadi lebih mudah dipahami," kata Abdy.

Setelah menjelaskan secara ringkas apa itu MonsoonSIM, Abdy langsung membagi seluruh peserta—yang terdiri dari mahasiswa dan sebagian staf Podomoro University—dalam empat kelompok, yakni Champion, Geylang, Horey dan Princess 81.


Abdy Taminsyah dari Monsoon Academy memandu langsung game dari MonsoonSIM yang merupakan simulasi bisnis penerapan ERP, Kamis (17/3) di ruang kelas 516, kampus Podomoro University.

Dalam game ini, Abdy memaparkan kasusnya: "Ada satu perusahaan yang mempunyai tiga produk jus, yakni jus apel, jus jeruk dan jus melon. Perusahaan ini mempunyai gudang di Tangerang, sementara tiga tokonya berada di Glodok, Jakarta, lalu di Surabaya dan Soorong, Papua. Sekarang dengan kondisi tersebut, melalui aplikasi ERP, bagaimana perusahaan dapat beroperasi pada titik optimum."

Game ERP yang diperkenalkan hari itu mempunyai 12 modul. Setiap tim boleh memilih modul mana dulu yang mau dipakai. Grup Horey, tempat Rismi bergabung, memilih modul finance, purchasing dan marketing. Modul-modul lainnya, di antaranya, produksi, operasional, HRD, dan lain sebagainya.


Grup Princess 81 melakukan simulasi untuk menghitung mulai dari harga jual produk dan jumlah stok barang di toko.

Dalam simulasi ini, setiap grup mesti beradu cepat dalam menentukan harga jual produk, menghitung luas tempat penyimpanan di setiap toko agar jangan sampai kehabisan stok barang, dan berapa banyak produk yang mesti disimpan di toko. "Hati-hati, jangan sampai stok barang berlebihan. Sebab kalau berlebihan, itu akan menjadi beban biaya," papar Abdy.

Begitulah setiap grup menyusun simulasinya.

Lalu, modul yang digunakan bertambah. Rismi menjelaskan, "Grup kami mulai menerapkan modul warehousing dan material resource planning atau MRP. Kami bahkan mulai masuk ke konsep B2B dan memproduksi barang sendiri. Bukan lagi hanya menjadi distributor."

Dengan pembagian tugas yang jelas di dalam timnya, Grup Horey akhirnya bisa memenangkan adu cepat game simulasi penerapan ERP versi MonsoonSIM. Itu sebabnya Rismi berseru, "Saya menang!"


Usai acara, seluruh mahasiswa dan staf Podomoro University berfoto bersama dengan tim MonsoonSIM.

Acara simulasi hari itu diakhiri dengan penyerahan plakat dan foto bersama dengan tim dari MonsoonSIM.

23 March 2016