GoJek : Menangkap Peluang dalam Perkembangan Zaman

Apakah kalian tahu? Perkembangan perusahaan rintisan (start-up) bidang teknologi  menjadi salah satu topik yang paling sering dibahas dalam dunia Kewirausahaan/Entrepreneurship akhir-akhir ini. Nah, perkembangan start-up bidang teknologi melambung luar biasa dalam waktu yang sangat singkat. GoJek, adalah salah satu start-up transportasi online yang telah berkembang 900 kali lipat dalam 18 bulan pertamanya (Techinasia, 2017) dan terus berkembang sampai saat ini.

Pertanyaannya mengapa dan bagaimana GoJek bisa berkembang begitu pesatnya?
 

Entrepreneurship Podomoro University
Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO PT Gojek Indonesia


Menjawab permasalahan Konsumen
GoJek berdiri sebagai jawaban atas permasalahan konsumen yang sangat mendasar, yaitu “kemudahan”. Sebelum ada Go-jek, konsumen harus menunggu atau mendatangi pangkalan ojek tradisional untuk menggunakan ojek. Tidak ada cara lain bagi konsumen untuk bisa melakukan panggilan kepada ojek tradisional tersebut. Tidak hanya bagi konsumen, “kemudahan” juga ternyata menjadi permasalahan bagi pengendara ojek tradisional. Mereka harus berkendara berputar-putar tidak efisien untuk mencari penumpang.

Nah, kesulitan dan ketidakefisienan inilah yang kemudian menginspirasi seorang Nadiem Makarim (Founder GoJek) untuk berinovasi atas ojek tradisional sehingga dapat menjawab permasalahan konsumen, yaitu “Kemudahan”. Sebagaimana bisnis pada umumnya, kemampuan GoJek menjawab permasalahan konsumen (customers’ pain) terbukti menjadi faktor utama yang membuat GoJek menjadi bisnis yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Teknologi sebagai Enabler
Pada tahun 2010 GoJek didirikan dengan berbasiskan teknologi telepon, seorang konsumen bisa melakukan panggilan kepada ojek tradisional dengan menghubungi operator GoJek. Operator GoJek kemudian mengirimkan armada ojeknya untuk menjemput konsumen tersebut. Walaupun menjawab kesulitan konsumen, ternyata GoJek belum cukup memudahkan. Konsumen masih tetap harus melakukan panggilan telepon dan mengeluarkan biaya telepon.

Pada tahun 2015, internet berkembang dengan pesat di Indonesia, didukung oleh perkembangan teknologi smartphone. Dengan jeli GoJek kemudian menangkap peluang dalam perkembangan teknologi ini. Pada Januari 2015 GoJek melakukan perubahan platform-nya menjadi digital. Sejak saat itu GoJek memperbesar pasarnya secara signifikan, karena konsumen bisa dengan mudahnya mengakses GoJek lewat smartphone.
 

Entrepreneurship Podomoro University
Interface Aplikasi GoJek


Kolaborasi dan Investasi
Sebagaimana perusahaan start-up pada umumnya, GoJek tidak melakukan semuanya sendiri. Ketika melakukan digitalisasi pada platform-nya pada tahun 2015, GoJek berhasil meyakinkan investor dan mendapatkan modal untuk melakukan digitaliasi sehingga GoJek berkembang sangat pesat. Perkembangan ini kemudian menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para investor.

Tahukah kalian? Sejak tahun 2015, GoJek telah mendapatkan beberapa kali investasi Miliaran Dollar dari berbagai investor global, hingga pada awal tahun 2018 GoJek kembali mendapatkan investasi dari Google dan beberapa rekan sebesar US$1,2 miliar atau setara dengan Rp. 16 Triliun!! Pada saat ini nilai (valuation) dari perusahaan GoJek diyakini lebih dari Rp.50 Triliun (Kompas, 2018). Wow!

Bukan hanya dengan investornya saja lho, GoJek juga menjalin kolaborasi yang kuat dengan partner yang menunjang operasinya. Pada saat ini GoJek berkolaborasi dengan 250.000 pengemudi sebagai mitra GoJek. GoJek juga berkolaborasi dengan penyedia makanan untuk GoFood, perbankan untuk menunjang sistem GoPay dan banyak partner lain yang memastikan operasi GoJek berlangsung sempurna.

 

Entrepreneurship Podomoro University
Mahasiswa Podomoro University melakukan riset terhadap PT Gojek Indonesia dan mempresentasikan hasil riset tersebut langsung di hadapan tim dari PT Gojek Indonesia


Scale up dan terus berkembang
Dalam mengembangkan sayap bisnisnya, GoJek mengantisipasi dan beradaptasi dengan perkembangan trend masa depan. Pada saat ini GoJek melihat peluang pada perkembangan digitalisasi sektor keuangan (Fintech) dan meyakini bahwa sektor tersebut akan menjadi sangat besar. Mengantisipasi hal tersebut, GoJek yang sebelumnya memiliki fitur GoPay dikabarkan mengakuisisi beberapa perusahaan fintech Indonesia dan bersiap untuk kembali menjadi juara pada industri fintech.

Lesson learned
Nah, melihat perkembangan GoJek yang luar biasa, ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil nih:

  1. Bangun bisnis yang mampu menjawab permasalahan mendasar para konsumen
  2. Manfaatkan teknologi untuk menunjang bisnis dan menyongsong perkembangan hari esok
  3. Bisnis tidak bisa dilakukan sendiri dan tidak selamanya kita harus bersaing dengan pesaing. Kolaborasi akan menguntungkan bagi semua pihak
  4. Selalu menjadi bisnis yang siap untuk beradaptasi dan mampu membaca trend masa mendatang


Penulis : Jonathan Gultom, MBus (Kaprodi Kewirausahaan Podomoro University)

 

12 February 2018