Mengenal Cara Kerja Sekuritas Internasional

Senin (18/1) hingga Rabu (20/1) pekan lalu, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Podomoro University, melakukan studi lapangan ke Negeri Singa, Singapura. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan perkuliahan di Prodi Akuntansi.

Ada sejumlah kegiatan yang mereka lakukan selama di sana. Pada hari pertama, setibanya di Singapura, seluruh mahasiswa melakukan city tour. Mereka berkeliling kota dengan menggunakan angkutan umum.

Esok harinya para mahasiswa mengunjungi kampus National University of Singapore (NUS) di 21 Lower Kent Ridge Road. Selain berkeliling untuk melihat kampus yang didirikan pada tahun 1905, selama di sana mahasiswa juga diajak mengenal lebih dekat proses sertifikasi Certified Public Accountant (CPA) di kampus NUS.

 

Rombongan dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi berkunjung ke kampus National University of Singapore.

 

Kunjungan berikutnya adalah ke kantor perwakilan Garuda Indonesia yang ada di Singapura. Di sana, rombongan Podomoro University diterima oleh Sentot Mujiono, Vice President Asia Region Garuda Indonesia yang berbasis di Singapura. Di kantor tersebut, mahasiswa memperoleh paparan kondisi perekonomian global dan dampaknya bagi industri penerbangan. Selain itu, Sentot juga membuka kesempatan bagi mahasiswa Prodi Akuntansi yang ingin magang di kantor perwakilan Garuda Indonesia di Singapura.

 

Dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi saat berkunjung ke kantor perwakilan Garuda Indonesia di Singapura.

 

Kunjungan hari terakhir adalah ke kantor UOB Kay Hian Securities. Di Singapura, UOB Kay Hian Securities dikenal sebagai salah satu perusahaan sekuritas tertua—usianya sudah lebih dari 100 tahun—yang aktif bertransaksi di Singapore Stock Exchange. Berkantor pusat di Singapura, UOB Kay Hian Securities mempunyai cabang di mana-mana. Di antaranya di Hongkong, Thailand, Malaysia, London, Shanghai di China, New York dan bahkan Indonesia.

Kata Dheny Biantara, Pjs Ketua Prodi Akuntansi, “Di UOB Kay Hian Securities, mahasiswa Prodi Akuntansi belajar tentang bagaimana bekerja di perusahaan sekuritas internasional, termasuk menangani transaksi-transaksi elektronik.”

Selama di UOB Kay Hian, seluruh rombongan diterima oleh Siak Ling, Head of Publication & Public Education di perusahaan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Siak Ling memberikan paparan tentang apa itu UOB Kay Hian, produk-produk investasinya, serta perbedaan job desk antara akuntan biasa dengan akuntan yang menjadi broker dalam perdagangan surat berharga. Selain itu, Siak Ling juga menawarkan kesempatan pada mahasiswa Prodi Akuntansi untuk suatu saat magang di UOB Kay Hian.

 

Siak Ling (berdiri di depan) dari UOB Kay Hian Securities memberikan paparan tentang produk-produk investasi dan job desk akuntan yang menjadi broker kepada mahasiswa Prodi Akuntansi, Podomoro University.

 

Kata Siak Ling, “Sebagai akuntan, kita dituntut untuk bekerja sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) dan aturan. Sementara, sebagai broker yang lebih diuji adalah kemampuan entrepreneurship-nya. Bagaimana kita bertanggung jawab dan memberikan imbal hasil yang sepadan kepada para investor, kepada perusahaan, dan akhirnya kepada diri sendiri.”

Menurut Samuel Anindya Widhoyoko, dosen Prodi Akuntansi, paparan Siak Ling memberi wawasan baru bagi para mahasiswa. “Mereka jadi paham bahwa menjadi broker tidak sekadar jual beli saham dan mencari untung, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun diri. Di situ ada unsur akuntabilitas baik terhadap investor, perusahaan dan diri sendiri,” kata Samuel.

 

Dosen dan mahasiswa Prodi Akuntansi berfoto bersama Siak Ling dari OUB Kay Hian Securities (berdiri di depan, memakai dasi warna gelap) di depan kantor UOB Kay Hian Securities.

 

Stella Hartoyo, mahasiswa Prodi Akuntansi, mengaku bahwa dari kunjungannya ke Singapura, khususnya ke UOB Kay Hian, ia jadi tahu banyak tentang dunia sekuritas. “Rupanya di Singapura, perusahaan sekuritas seperti UOB Kay Hian punya pengaruh yang kuat terhadap pasar dan kinerja industri keuangan di sana. Ini karena UOB Kay Hian termasuk salah satu perusahaan sekuritas besar,” katanya.

Itulah, antara lain, pelajaran yang bisa dipetik dari kunjungan rombongan Prodi Akuntansi ke Singapura. Sampai jumpa pada kunjungan selanjutnya.

04 February 2016