Partisipasi Aktif Akademisi Podomoro University dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan bumi. Dalam Konferensi Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2015 lalu, negara-negara anggota PBB mengadopsi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 yang menyertakan sebuah rangkaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk mengakhiri kemiskinan, memerangi kesenjangan dan ketidakadilan, serta menghadapi perubahan iklim yang diharapkan bisa dicapai pada tahun 2030. Kontribusi pemerintah dan korporasi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan ini sangat terutama pada upaya pengentasan kemiskinan terjadi ketika program CSR perusahaan dapat membangun modal sosial dalam bentuk peningkatan keahlian masyarakat yang dipadukan dengan tersedianya akses keuangan, dan akses pasar bagi masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Risa Bhinekawati yang merupakan Dosen Kewirausahaan pada Universitas Podomoro dan Anggota Dewan Penasehat Women in Global Business -Indonesia (WIGBI), yang memeroleh gelar PhD dari Australian National University yang juga penerima beasiswa Australian Leadership Award, dalam riset untuk memeroleh gelar doktornya telah membuktikan bahwa perusahaan di Indonesia juga mampu berpartisipasi dalam pemberantasan kemiskinan melalui program CSR. Dirasa perlu oleh Risa untuk berbagi ilmu yang didalaminya, riset tersebut tidak hanya menjadi inventaris hasil riset perguruan tinggi di mana ia memeroleh gelar doktornya, namun hasil riset tersebut telah diupayakan untuk diterbitkan dalam sebuah buku. Buku yang sudah siap dipublikasikan tersebut bertajuk “Corporate Social Responsibility and Sustainable Development: Social Capital and Corporate Development in Development Economies” yang diterbitkan oleh Routledge, Inggris.


 

Dr. Cosmas Batubara sangat mendukung prestasi Risa ini dan terus memberikan motivasi. “Salah satu hal penting yang ditunjukkan buku ini adalah upaya perusahaan untuk membentuk semangat kewirausahaan dan solidaritas komunitas peneriman manfaat program CSR. Hal ini sangat sesuai dengan apa yang kami ajarkan di Universitas Agung Podomoro.  Universitas kami dibangun untuk menumbuhkan semangat dan cara berpikir wirausaha yang  merupakan fondasi bagi kemakmuran masyarakat,” Dr. Cosmas Batubara menegaskan.

 

Dr. Cosmas Batubara, Rektor Podomoro University


Teori yang dibangun oleh Risa menunjukkan bahwa ada lingkaran kebaikan (virtuous cycle) antara cita-cita perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa, program CSR yang dilakukannya, pembangunan modal sosial, dan pencapaian kinerja ekonomi, sosial dan lingkungan hidup bagi perusahaan dan masyarakat secara berkesinambungan. Risa menjelaskan, “Buku ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat mencapai keseimbangan antara pencapaian kinerja finansial, sosial dan lingkungan  secara berkesinambungan dengan membangun modal sosial (social capital) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).”

 

Risa Bhinekawati, penulis buku Corporate Social Responsibility and Sustainable Development: Social Capital and Corporate Development in Development Economies dan Dosen Podomoro University

 

Dalam kesempatan peluncuran buku ini yang diselenggarakan pada tanggal 24 Maret 2017, di Theatrette, Kedubes Australia di Jakarta, disampaikan pula oleh Risa bahwa jika perusahaan ingin melakukan program CSR yang berdampak pada pengentasan kemiskinan, yang harus dilakukan adalah meningkatkan kemampuan masyarakat dan memberinya akses keuangan maupun pasar agar mereka mempunyai kemampuan untuk terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam rantai pasok perusahaan.  Dengan demikian, keberadaan perusahaan dapat memberi nilai tambah bagi perbaikan taraf hidup bagi masyarakat.

Buku ini sangat mendukung pendapat bahwa kemiskinan terjadi karena kurangnya keahlian dan akses seseorang untuk bisa berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi yang produktif.

 

27 March 2017