Pemerintah Mendorong Keberadaan E-Commerce Untuk Potong Rantai Distribusi

Pertumbuhan bisnis e-commerce di tahun 2018 di prediksi akan terus melesat seiring mulai meningkatnya investor asing yang begitu proaktif menggelontorkan investasinya secara langsung ke e-commerce. Menurut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong, pertumbuhan sektor e-commerce dalam tahun 2018 diprediksi bisa mencapai 60 hingga 80 persen.

 

Picture : www.orangemantra.com

 

Salah satu langkah untuk mendukung kemajuan e-commerce ini adalah dengan dilaksanakannya National Startup Summit 2018 pada tanggal 6 -8 Februai 2018 di ICE BSD. Acara ini dihadiri oleh 3000 pelaku startup, founder, hingga mentor.  Menurut Dr Cosmas Batubara, yang merupakan Keynote Speaker di acara tersebut dan menjabat sebagai Rektor Universitas Agung Podomoro, E-Commerce  yang sangat dibutuhkan di tahun 2018 ini adalah dibidang pangan dan jasa.

 

Picture : http://garuda.industry.co.id

 

Sebut saja dalam bidang pangan, 4 Kementrian telah membentuk tim untuk memotong rantai distribusi pangan. Salah satu produknya, yakni E-Commerce Toko Tani yang telah diluncurkan oleh Kementrian Pertanian. Sistem bank data produksi dan transaksi ini bakal memotong rantai distribusi dari petani hingga gerai Toko Tani yang ada. Meski belum disebutkan berapa efisiensi yang akan dicapai, namun kehadiran Toko Tani akan membuat harga bahan pangan murah karena rantai distribusi dari petani dipangkas dari 8 tahap menjadi 3 tahap. PanenID juga hadir di akhir tahun 2017 sebagai platform berbasis aplikasi untuk menjual produk pertanian langsung kepada target konsumen, seperti hotel, restoran, dan katering. Adapun aplikasi serupa yang telah diresmikan oleh Jokowi adalah TaniHub, LimaKilo, dan Pantau Harga. Selain pemerintah, BUMN seperti halnya Indonesia Stock Exchange (IDX) juga mendukung program ini dengan membentuk IDX Incubator yang tengah mempersiapkan E-Commerce serupa seperti Agrisia dan Plater untuk go public.

 

Berbagai upaya pengendalian harga dilakukan pemerintah khususnya untuk sektor pangan. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengaku bahwa panjangnya mata rantai merupakan permasalahan yang harus ia hadapi. Oleh karena itu Enggar mendorong sektor pangan untuk memanfaatkan perdagangan elektronik (E-Commerce) dan pasar-pasar agar melakukan belanja daring. Tujuannya bukan hanya untuk menekan inflasi. Yang paling penting pangkas distribusi. Si aplikasi dapat margin tapi tidak sebesar tengkulak.

 

#kewirausahaan

 

(Writer: Athalia Permatasari/Editor: Nad) 

 

01 March 2018